PELALAWAN (Fokusdiksi) – Semangat kepedulian dan solidaritas sosial mewarnai rangkaian peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Pelalawan. Melalui kegiatan donor darah yang digelar pada Senin (5/10/2026), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pelalawan mengajak masyarakat untuk memaknai hari jadi daerah tidak sekadar sebagai perayaan seremonial, tetapi juga sebagai momentum berbagi dan menebarkan manfaat bagi sesama.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga menjelang siang tersebut mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Anggota DPRD Pelalawan, pegawai di lingkungan Sekretariat DPRD, serta masyarakat umum tampak antusias mengikuti aksi kemanusiaan tersebut. Dari kegiatan ini, puluhan kantong darah berhasil dikumpulkan untuk membantu memenuhi kebutuhan transfusi darah bagi pasien yang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.
Ketua DPRD Kabupaten Pelalawan, H. Syafrizal, S.E., menyampaikan bahwa donor darah merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan transfusi darah. Menurutnya, kegiatan sosial tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Pelalawan.
“Donor darah ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan sosial untuk menyemarakkan HUT ke-27 Kabupaten Pelalawan. Darah yang terkumpul diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan transfusi bagi pasien yang sedang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan,” ujar Syafrizal.
Ia menilai, kegiatan donor darah memiliki nilai kemanusiaan yang sangat besar karena manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Tidak semua pasien memiliki kondisi kesehatan yang memungkinkan tubuhnya memenuhi kebutuhan darah secara normal. Dalam situasi tertentu, transfusi darah menjadi bagian penting dari penanganan medis yang harus dilakukan dengan cepat dan tepat.
Karena itu, ketersediaan stok darah perlu mendapat perhatian bersama. Pemenuhan kebutuhan darah tidak dapat sepenuhnya bergantung pada situasi darurat atau menunggu adanya permintaan dari keluarga pasien. Kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah secara sukarela dan berkala menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga ketersediaan pasokan darah.
“Dalam situasi darurat, masyarakat sering kali membutuhkan transfusi darah dengan segera. Karena itu, ketersediaan stok darah harus selalu dijaga. Mudah-mudahan darah yang terkumpul hari ini bermanfaat dan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.
Bagi DPRD Pelalawan, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara lembaga legislatif dan masyarakat melalui aksi yang manfaatnya dapat dirasakan secara luas. Kehadiran anggota dewan dan pegawai Sekretariat DPRD dalam kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong semakin banyak masyarakat untuk terlibat dalam gerakan kemanusiaan.

Pesan kemanusiaan juga disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPRD Pelalawan, Junaidi Purba, S.T., M.M., yang turut ambil bagian dengan mendonorkan darahnya. Politisi Partai Demokrat tersebut memandang donor darah bukan sekadar aktivitas sosial, melainkan wujud ketulusan dalam membantu orang lain tanpa mengharapkan balasan maupun pengakuan.
Menurut Junaidi, donor darah memiliki keistimewaan tersendiri karena pemberi dan penerima tidak selalu saling mengenal. Seseorang dapat memberikan pertolongan kepada orang lain yang bahkan tidak pernah ditemuinya. Di situlah nilai keikhlasan menemukan maknanya.
“Donor darah itu adalah bentuk sedekah yang sedikit pun tidak akan tersentuh riya, karena kita tidak tahu siapa yang menerima dan penerima pun tidak tahu siapa yang memberi,” kata Junaidi di sela-sela kegiatan.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kepedulian tidak harus diwujudkan melalui sesuatu yang besar atau bernilai materi tinggi. Ada kalanya, tindakan sederhana yang dilakukan dengan tulus justru memberikan arti luar biasa bagi kehidupan orang lain. Donor darah menjadi salah satu contoh nyata bahwa solidaritas sosial dapat tumbuh melalui tindakan yang mudah dilakukan, selama memenuhi persyaratan kesehatan dan dilaksanakan secara sukarela.
Junaidi pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai kebiasaan positif. Menurutnya, momentum Hari Jadi ke-27 Kabupaten Pelalawan hendaknya dimanfaatkan untuk memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama, termasuk kepada masyarakat yang sedang menghadapi persoalan kesehatan.
Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai agenda tahunan dalam rangka memperingati hari jadi daerah. Sebaliknya, donor darah diharapkan tumbuh menjadi gerakan sosial berkelanjutan yang melibatkan lebih banyak unsur masyarakat, organisasi, komunitas, dan lembaga pemerintahan.
Peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Pelalawan menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan pembangunan daerah sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks tersebut, aksi donor darah menghadirkan pesan bahwa kepedulian merupakan bagian penting dari kehidupan bermasyarakat.
Pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan tidak hanya membutuhkan kebijakan dan program yang terencana, tetapi juga dukungan nilai-nilai kemanusiaan yang tumbuh di tengah masyarakat. Semangat saling membantu, berbagi, dan bergotong royong merupakan modal sosial yang perlu terus dirawat agar kehidupan masyarakat semakin harmonis dan berdaya.
Melalui kegiatan donor darah ini, DPRD Kabupaten Pelalawan berharap semangat berbagi dapat menjangkau lebih banyak orang. Puluhan kantong darah yang terkumpul menjadi bukti partisipasi masyarakat dalam aksi kemanusiaan, sekaligus pengingat bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memberikan manfaat bagi kehidupan orang lain.
Pada akhirnya, makna sebuah perayaan tidak hanya terletak pada kemeriahan acara, tetapi juga pada kebaikan yang ditinggalkan. Di usia ke-27 Kabupaten Pelalawan, donor darah menjadi salah satu wujud sederhana namun bermakna untuk merawat solidaritas, menumbuhkan kepedulian, dan menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.
Semangat inilah yang diharapkan terus hidup di Negeri Seiya Sekata: membangun daerah dengan kebersamaan, memperkuat persaudaraan melalui kepedulian, serta menjadikan kemanusiaan sebagai nilai yang senantiasa menyertai perjalanan pembangunan Kabupaten Pelalawan. (Parlementaria/DPRD Pelalawan/Dedi)