Sengkarut Tanaman Kehidupan

Waspadai Perpecahan di Masyarakat Kelurahan Pelalawan

Waspadai Perpecahan di Masyarakat Kelurahan Pelalawan

Bupati Pelalawan telah menunjukkan komitmen bulatnya mengambil alih seluruh perundingan tanaman kehidupan antara masyarakat dengan perusahaan, tidak terkecuali masalah yang berlarut selama tujuh tahun dalam tim perundingan di Kelurahan Pelalawan. Kini perjuangan menuntut hak masyarakat Kelurahan Pelalawan atas fee tanaman kehidupan dengan pihak RAPP mulai menemui titik terang, Camat Pelalawan Theo Pandu Al Rasyid diberi amanat untuk menuntaskan sengkarut tanaman kehidupan mewakili Pemkab Pelalawan. Dengan ketenangan nya berpikir dan pengalaman birokrasi sebagai lurah dan sekcam serta latar belakang sebagai praja IPDN membuatnya tidak sulit memetakan persoalan yang dihadapi. Ditambah dukungan politis dari Bupati Pelalawan serta keikhlasan bekerja untuk masyarakat, harapan itu serasa makin dekat, makin nyata.

Namun seperti biasa, dalam masyarakat yang terdiri dalam ragam latarbelakang dan kepentingan menjadi kerikil kecil yang sejatinya tidak perlu direspon berlebihan, anggap saja sebagai sebuah gonggongan dalam perlintasan kafilah. Namun Anasir Anasir itu ada, dan mulai merangkul dukungan untuk membuat gerakan perlawanan. Kita waspada saja, jangan mau dipecah belah. Kita bersatu untuk maju....

Di masyarakat Kelurahan Pelalawan saat ini, menurut saya, saat ini lima golongan masyarakat dalam sikap dan pandangan terkait tanaman kehidupan di Kelurahan Pelalawan. pertama, golongan orang orang yang tidak puas dengan kebijakan yang diambil bupati hari ini. Mereka masih merasa mampu untuk memperjuangkan fee tanaman kehidupan walau sudah tujuh tahun diberikan kesempatan, karena orang orang yang tidak senang dengan kebijakan pemerintah ini tidak perlu kita bahas berlebihan, karena sudah tidak ada pula dalam skema jangka pendek dan jangka panjang dalam perjalanan tanaman kehidupan ke depan. Yang kedua adalah sosok sosok yang selama ini bermain di balik layar kini mulai menampakkan diri, cerita cerita lama di kulik kembali biar terlihat apa yang mereka diperjuangkan dulu semata mata atas nama kepentingan masyarakat. Apa yang tersaji seakan akan ingin menunjukkan diri bahwa mereka faham apa sengkarut yang berbelit selama ini, padahal., orang orang ini merupakan Pioneer dan konseptor tim perunding, kenapa konsep konsep logis tidak disampaikan saat tim pertama dibentuk, dn ketika saat sudah dibubarkan, mulai cerita cerita lama kembali dimuncukan dengan argumen yang datang terlambat, terlambat nya itu 84 purnama alias tujuh tahun, hehehe....., sepertinya juga tidak perlu kita  bahas golongan ini.

Ada pula golongan orang orang yang mengambil panggung dan kesempatan dalam masalah tanaman kehidupan ini, datang seakan akan jadi pejuang dan membela kepentingan masyarakat, padahal selama ini ia abaikan, muncul jika ada untung bagi pribadinya saja. Kita eleminasi juga golongan ini dalam pembahasan serius kita kali ini. Hehehe....

Golongan keempat adalah masyarakat yang sudah lelah menunggu janji yang tak pasti, yang lelah berjuang tanpa hasil, kini hanya menggantungkan harapan pada yang bisa memberi kepastian. Alhamdulillah harapan itu akan dihadirkan oleh perwakilan Pemkab Pelalawan, oleh juru runding bentukan Pemkab, orang yang tidak punya kepentingan dengan segala tetek bengek urusan bisnis dan projek di perusahaan RAPP, tidak memiliki masalah terkait lahan, kebun dan hutan di Kelurahan Pelalawan.

Dan terakhir, golongan kelima adalah orang yang memiliki perhatian yang tulus untuk kemajuan masyarakat Kelurahan Pelalawan, orang orang yang merasa sedih ketika melihat masih banyak masyarakat, sanak saudara dan handai taulannya yang hidup memperihatin. Setetes harapan yang nanti dikelola secara profesional oleh orang orang berkompeten, insya Allah akan merubah nasib banyak orang di Pelalawan, merubah masa depan generasi penerus di kemudian hari. Biar kita fair (adil) tak usah pula kita bahas golongan ini secara berlebihan. Yang penting sebagian besar pendiri Kabupaten Pelalawan adalah orang orang yang memiliki rasa yang tulus memperjuangkan kesejahteraan masyarakat banyak. Mungkin usia yang tidak lagi mendukung, atau semangat 45 sudah memudar, namun satu yang pasti, sebagai orang Melayu Pelalawan tak ada yang rela jika ada embrio embrio perpecahan mencoba merusak peta jalan damai antara perusahaan dan masyarakat sekitar dalam tujuan menuju Pelalawan Maju. Masyarakat yang sejahtera, tersedia penghidupan yang layak bagi masyarakat banyak di Kelurahan Pelalawan. Seperti nya, harapan masyarakat dan harapan Pemkab Pelalawan berjalan seiringan. Semoga.....

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index