PELALAWAN (Foksudiksi) – Suasana haru dan penuh khidmat menyelimuti pelepasan 223 Jemaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Pelalawan yang tergabung dalam Kloter 11 Embarkasi Batam Tahun 1447 H/2026 M. Di halaman Masjid Agung Ulul Azmi, doa-doa dipanjatkan, harapan dilangitkan, dan langkah-langkah awal menuju Tanah Suci dimulai dengan penuh keikhlasan, Ahad (3/5/2026)
Pelepasan secara resmi dilakukan oleh Bupati Pelalawan, H. Zukri, yang hadir bersama unsur Forkopimda, kepala OPD, tokoh agama, serta tokoh masyarakat. Momentum ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam memastikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya dalam pelaksanaan ibadah haji yang merupakan rukun Islam kelima.
Sebanyak lima unit bus disiapkan untuk mengangkut seluruh jemaah menuju Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Rombongan diberangkatkan dengan pengawalan ketat dari kepolisian, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan guna menjamin keamanan serta kelancaran perjalanan hingga ke embarkasi.
Dari total 223 jemaah, sebanyak 212 orang diberangkatkan pada penerbangan pertama menggunakan maskapai Lion Air, sementara 11 jemaah lainnya menyusul pada penerbangan berikutnya.
Jemaah Calon Haji Kabupaten Pelalawan tahun ini terdiri dari 107 laki-laki dan 116 perempuan. Keberagaman usia juga menjadi potret perjalanan spiritual ini, di mana jemaah tertua, Tarih Radin (80 tahun) berasal dari Kecamatan Pangkalan Lesung, sementara jemaah termuda, Wafri Arkana Hanafi (18 tahun), berasal dari Kecamatan Pangkalan Kerinci.
Mereka seluruhnya dijadwalkan berangkat dari Embarkasi Batam menuju Madinah pada 4 Mei 2026 pukul 07.40 WIB, bersama jemaah dari kabupaten lain di Provinsi Riau dalam Kloter BTH 11.
Keberangkatan ini menjadi bagian dari gelombang besar jemaah haji Riau yang secara bertahap diberangkatkan menuju Tanah Suci. Kloter 11 sendiri merupakan gabungan jemaah dari Pelalawan, Indragiri Hilir, dan Indragiri Hulu, mencerminkan sinergi antar daerah dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Dalam sambutannya, Bupati Zukri menyampaikan pesan yang sarat makna spiritual. Ia menegaskan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan batin yang membutuhkan ketulusan dan keikhlasan.
“Tidak semua orang dipilih oleh Allah SWT untuk menunaikan ibadah haji. Maka luruskan niat, tinggalkan urusan duniawi, dan fokuslah mengejar ridho Allah,” pesannya.
Menurutnya, perjalanan haji bisa jadi merupakan kesempatan pertama sekaligus terakhir bagi setiap jemaah. Oleh karena itu, setiap tahapan ibadah harus dijalani dengan penuh kesungguhan hati.
Ia juga mengingatkan para jemaah untuk tidak terbebani oleh urusan yang ditinggalkan di tanah air. Keyakinan kepada perlindungan Allah menjadi fondasi penting agar ibadah dapat dijalani dengan khusyuk dan tenang.

Selain aspek spiritual, Pemerintah Kabupaten Pelalawan juga memberikan perhatian besar terhadap kesiapan fisik dan kebersamaan jemaah. Bupati Zukri menekankan pentingnya menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah, mengingat perbedaan cuaca dan kondisi lingkungan di Tanah Suci.
Ia mengimbau agar jemaah saling membantu, terutama kepada jemaah lanjut usia, serta menjaga solidaritas selama perjalanan pergi dan pulang.
“Kebersamaan menjadi kunci. Jemaah yang lebih muda diharapkan membantu yang lansia, agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar dan penuh kekhusyukan,” demikian pesan yang juga sejalan dengan imbauan para petugas haji.
Pemerintah daerah juga memastikan kehadiran petugas dan tenaga kesehatan yang siap mendampingi jemaah selama perjalanan, sebagai bagian dari pelayanan maksimal yang diberikan kepada masyarakat.
Disebutkan oleh orang nomor satu di Kabupaten Pelalawan ini, bahwa ibadah haji bukan sekadar ritual, tetapi perjalanan panjang menuju penyucian diri. Dari Pelalawan, langkah para jemaah dimulai dengan doa keluarga dan masyarakat yang mengiringi setiap perjalanan mereka.
Keberangkatan ini menjadi refleksi bahwa pemerintah daerah tidak hanya hadir dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam mendukung kebutuhan spiritual masyarakat. Fasilitasi, koordinasi, dan pelayanan yang diberikan menjadi bukti nyata komitmen tersebut.
Di Tanah Suci nanti, para jemaah akan menjalani rangkaian ibadah mulai dari ihram, wukuf di Arafah, hingga tawaf di Ka’bah—sebuah perjalanan yang diharapkan membawa perubahan spiritual mendalam bagi setiap individu.
Menutup sambutannya, Bupati Zukri menyampaikan doa dan harapan agar seluruh jemaah diberikan kemudahan, kesehatan, serta kelancaran dalam menjalankan ibadah haji.
“Semoga seluruh jemaah menjadi haji yang mabrur dan seluruh ibadahnya diterima oleh Allah SWT,” tutupnya penuh harap.
Keberangkatan 223 JCH Pelalawan ini bukan hanya tentang perjalanan menuju Tanah Suci, tetapi juga tentang harapan besar akan lahirnya pribadi-pribadi yang lebih baik sepulangnya dari ibadah haji.
Dari Pelalawan, doa-doa mengalir, mengiringi langkah para tamu Allah menuju tanah penuh berkah. Sebuah perjalanan suci yang dimulai dengan niat yang lurus, hati yang ikhlas, dan harapan akan predikat haji yang mabrur. (Advertorial/Pelalawan/Dedi)