Inovasi IOT Tanggap Banjir, Mahasiswa PNP PSDKU Pelalawan Gelar Pelatihan di SMKN 1 Pangkalan Lesung

Sabtu, 20 Desember 2025 | 11:15:19 WIB
Pelatihan tanggap darurat bencana berbasis teknologi di SMKN 1 Pangkalan Lesung, Kamis (18/12/2025).

PANGKALAN LESUNG (Fokusdiksi) — Sebagai bentuk nyata peran perguruan tinggi dalam menjawab tantangan lokal, tim pengabdian masyarakat dari Politeknik Negeri Padang bekerja sama dengan Program Studi D3 Teknik Listrik melaksanakan Program studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) Pelalawan menggelar pelatihan tanggap darurat bencana berbasis teknologi di SMKN 1 Pangkalan Lesung, Kamis (18/12/2025).

Kegiatan yang menyasar siswa kelas Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) mengusung pendekatan inovatif penerapan sensor deteksi level air banjir berbasis Internet of Things (IoT).

Banjir merupakan ancaman nyata yang kerap melanda wilayah Kabupaten Pelalawan, termasuk Kecamatan Pangkalan Lesung. Menyadari urgensi tersebut, tim pengabdian yang terdiri atas dosen prodi D3 Teknik Listrik PSDKU Kab. Pelalawan dan mahasiswa menghadirkan solusi teknologi yang tidak hanya edukatif, tetapi juga aplikatif.

Dengan memperkenalkan sistem deteksi dini banjir menggunakan mikrokontroler ESP8266 yang terintegrasi dengan platform Blynk, sehingga informasi ketinggian air dapat dipantau secara real-time melalui ponsel pintar.

“Kami ingin menanamkan budaya tanggap bencana sejak dini, sekaligus membekali siswa SMK dengan keterampilan teknologi mutakhir yang relevan dengan bidang keahlian mereka,” ujar salah satu dosen pelaksana kegiatan, Rien Afrianti, S.Pd., M.T

Ketua pelaksana pengabdian kepada masyarakat PNP PSDKU ini berharap, melalui kegiatan tersebut, peserta pelatihan tidak hanya mendapatkan ilmu instalasi listrik saja, melainkan juga menambah pengetahuan terkait peran teknologi dalam motivasi Bencana.

“Siswa TITL tidak hanya belajar instalasi listrik, tetapi juga bagaimana teknologi listrik dan elektronika bisa menjadi garda terdepan dalam mitigasi bencana.” harapnya

Dalam pelatihan tersebut, para siswa tidak hanya menjadi pendengar pasif—mereka diajak merakit sendiri sensor water level, merancang rangkaian sederhana, serta mengkonfigurasi sistem IoT agar dapat memberikan notifikasi saat level air mencapai ambang bahaya.

Selain memperkuat kapasitas siswa SMK, kegiatan ini juga menjadi ajang pengenalan kampus kepada para siswa SMK, penerapan ilmu langsung di lapangan bagi para mahasiswa, sekaligus menumbuhkan semangat pengabdian sebagai bagian dari tri dharma perguruan tinggi.

"Dengan menggabungkan nilai edukasi, teknologi, dan kesiapsiagaan bencana, inisiatif ini menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan vokasi dan pendidikan tinggi dapat berkolaborasi menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan—khususnya di daerah rawan bencana banjir seperti Pelalawan,"pungkasnya

Antusiasme terlihat jelas di wajah para peserta, yang sebagian besar mengaku baru pertama kali menyentuh teknologi IoT secara langsung.

Kegiatan pengabdian ini didanai sepenuhnya oleh skim Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Padang dan melibatkan kolaborasi aktif antara dosen dan mahasiswa PSDKU Pelalawan.***

Kontribusi berita : Dedi Tri L

Terkini